Merokok
merupakan hal yang biasa dan sudah membudaya di masyarakat Indonesia.Namun
bagaimana jika itu dilakukan oleh pelajar yang belum berpenghasilan tetap dan
masih meminta uang dari orang tua memerek?.Belum lagi kebanyakan dari merka
belum mengetahui apa dampak negative akibat merokok untuk mereka sendiri dan
orang-orang disekitarnya.Rokok adalah racun yang dapat menyebabkan gejala yang
sangat fatal bila tidak dihentikan.Kebiasaan merokok selain mempngaruhi
kesehatan juga mempengaruhi kepribadia.Perokok biasanya berkepribadian yang
keras dan apabila tidak mrokok sekali saja maka kelakuannya semakin menjadi
jadi.
Masalah
merokok dikalangan pelajar pula semakin bertambah bilangannya dari hari ke hari
terdapat lebih 7000 murid tahun 4 telah merokok diseluruh negeri.Terdapat
beberapa sebab pelajar merokok seperti ingin menonjolkan imej yang hebat dan
kedewasaan, ingin mencoba,dan mengikut tingkah laku ibu bapak , pengaruh rekan
sebaya,dan,iklan serta mudah diperolehi di pasaran.
Hampir sebagian perokok di Indonesia adalah kalangan pelajar, baik di
tingkat SMP maupun SLTA (SMA sederajat). Perokok pemula biasanya dimulai dari SMP dan kebanyakan
waktu beranjak SMA.
- Penyebabnya:
Faktor yang mempengaruhi remaja
atau siswa zaman sekarang merokok, antara lain :
- Keluarga
Disebabkan Keluarga yang
sudah sudah rapuh akibat orang tuanya terlalu sibuk dengan pekerjaannya
sehingga jumlah waktu orang tua untuk anak minim.
Dengan
demikian agar anak tidak melakukan atau merokok, orang tua harus sering-sering
mengontrol semua apa yang dilakukan anak baik diluar maupun didalam rumah,
dengan kata lain yaitu sering-sering berkomunikasi dan janganlah pernah orang
tua merokok pada saat ada anak maupun didepan anak. Karena berawal dari
keluargalah maka pada akhiranya diikuti oleh anaknya.
- Sekolah
Sekolah ini
adalah tempat no dua selain orang tua yaitu tempat belajar,tempat berkumpul,
bermain para siswa. Jadi 50 % siswa berani merokok ini karna adanya pergaulan
disekolah. Disini siswa yang masih dibawah umur yang masih memiliki rasa ingin
tau yang tinggi, biasanya siswa ikut-ikutan merokok.
- Pengaruh teman.
Berbagai
fakta mengungkapkan bahwa semakin banyak remaja merokok maka semakin besar
kemungkinan teman-temannya adalah perokok juga dan demikian sebaliknya. Dari
fakta tersebut ada dua kemungkinan yang terjadi, pertama remaja tadi
terpengaruh oleh teman-temannya atau bahkan temant-teman remaja tersebut
dipengaruhi oleh diri remaja tersebut yang akhirnya mereka semua menjadi
perokok.
- Faktor Kepribadian.
Orang
mencoba untuk merokok karena alasan ingin tahu atau ingin melepaskan diri dari
rasa sakit fisik atau jiwa, membebaskan diri dari kebosanan.
- Pengaruh Iklan.
Pengaruh
yang kuat saat ini adalah pengaruh dari iklan dan media yang ada di setiap
sudut kota.
- Pencegahannya:
Terdapat
beberapa cara yang dapat dilakukan dalam upaya untuk mencegah semakin
meningkatnya masalah yang terjadi pada remaja, yaitu antara lain :
1. Peran
Orangtua :
- Menanamkan pola asuh yang baik pada
anak sejak prenatal dan balita
- Membekali anak dengan dasar moral dan
agama
- Mengerti komunikasi yang baik dan
efektif antara orangtua – anak
- Menjalin kerjasama yang baik dengan
guru
- Menjadi tokoh panutan bagi anak baik
dalam perilaku maupun dalam hal.
2. Peran Sekolah
Maka dari
itu pendidik dituntut untuk benar-benar mendidik peserta didiknya dengan baik
untuk permasalahan merokok.
Peran guru BK pun hendak nya
dioptimalkan dengan cara memberikan bimbingan klasikal yang bersifat preventif
3. Peran Media :
- Sajikan tayangan atau berita tanpa
kekerasan (jam tayang sesaui usia)
- Sampaikan berita dengan kalimat benar
dan tepat (tidak provokatif)
- Adanya rubrik khusus dalam media masa
(cetak, elektronik) yang bebas biaya khusus untuk remaja.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar