Jumat, 13 April 2012

Perilaku Merokok Siswa

 Kebiasan Merokok di Kalangan Pelajar
Merokok merupakan hal yang biasa dan sudah membudaya di masyarakat Indonesia.Namun bagaimana jika itu dilakukan oleh pelajar yang belum berpenghasilan tetap dan masih meminta uang dari orang tua memerek?.Belum lagi kebanyakan dari merka belum mengetahui apa dampak negative akibat merokok untuk mereka sendiri dan orang-orang disekitarnya.Rokok adalah racun yang dapat menyebabkan gejala yang sangat fatal bila tidak dihentikan.Kebiasaan merokok selain mempngaruhi kesehatan juga mempengaruhi kepribadia.Perokok biasanya berkepribadian yang keras dan apabila tidak mrokok sekali saja maka kelakuannya semakin menjadi jadi.
Masalah merokok dikalangan pelajar pula semakin bertambah bilangannya dari hari ke hari terdapat lebih 7000 murid tahun 4 telah merokok diseluruh negeri.Terdapat beberapa sebab pelajar merokok seperti ingin menonjolkan imej yang hebat dan kedewasaan, ingin mencoba,dan mengikut tingkah laku ibu bapak , pengaruh rekan sebaya,dan,iklan serta mudah diperolehi di pasaran.
            Hampir sebagian perokok di Indonesia adalah kalangan pelajar, baik di tingkat SMP maupun SLTA (SMA sederajat). Perokok pemula biasanya dimulai dari SMP dan kebanyakan waktu beranjak SMA.


  • Penyebabnya:
Faktor yang mempengaruhi remaja atau siswa zaman sekarang merokok, antara lain :
  1. Keluarga
Disebabkan Keluarga yang sudah sudah rapuh akibat orang tuanya terlalu sibuk dengan pekerjaannya sehingga jumlah waktu orang tua untuk anak minim.
            Dengan demikian agar anak tidak melakukan atau merokok, orang tua harus sering-sering mengontrol semua apa yang dilakukan anak baik diluar maupun didalam rumah, dengan kata lain yaitu sering-sering berkomunikasi dan janganlah pernah orang tua merokok pada saat ada anak maupun didepan anak. Karena berawal dari keluargalah maka pada akhiranya diikuti oleh anaknya.


  1. Sekolah
Sekolah ini adalah tempat no dua selain orang tua yaitu tempat belajar,tempat berkumpul, bermain para siswa. Jadi 50 % siswa berani merokok ini karna adanya pergaulan disekolah. Disini siswa yang masih dibawah umur yang masih memiliki rasa ingin tau yang tinggi, biasanya siswa ikut-ikutan merokok.
  1. Pengaruh teman.
Berbagai fakta mengungkapkan bahwa semakin banyak remaja merokok maka semakin besar kemungkinan teman-temannya adalah perokok juga dan demikian sebaliknya. Dari fakta tersebut ada dua kemungkinan yang terjadi, pertama remaja tadi terpengaruh oleh teman-temannya atau bahkan temant-teman remaja tersebut dipengaruhi oleh diri remaja tersebut yang akhirnya mereka semua menjadi perokok.
  1. Faktor Kepribadian.
Orang mencoba untuk merokok karena alasan ingin tahu atau ingin melepaskan diri dari rasa sakit fisik atau jiwa, membebaskan diri dari kebosanan.
  1. Pengaruh Iklan.
Pengaruh yang kuat saat ini adalah pengaruh dari iklan dan media yang ada di setiap sudut kota.

  • Pencegahannya:
Terdapat beberapa cara yang dapat dilakukan dalam upaya untuk mencegah semakin meningkatnya masalah yang terjadi pada remaja, yaitu antara lain :
1. Peran Orangtua :
-        Menanamkan pola asuh yang baik pada anak sejak prenatal dan balita
-        Membekali anak dengan dasar moral dan agama
-        Mengerti komunikasi yang baik dan efektif antara orangtua – anak
-        Menjalin kerjasama yang baik dengan guru
-        Menjadi tokoh panutan bagi anak baik dalam perilaku maupun dalam hal.
2. Peran Sekolah
Maka dari itu pendidik dituntut untuk benar-benar mendidik peserta didiknya dengan baik untuk permasalahan merokok.
Peran guru BK pun hendak nya dioptimalkan dengan cara memberikan bimbingan klasikal yang bersifat preventif


3. Peran Media :
-          Sajikan tayangan atau berita tanpa kekerasan (jam tayang sesaui usia)
-          Sampaikan berita dengan kalimat benar dan tepat (tidak provokatif)
-          Adanya rubrik khusus dalam media masa (cetak, elektronik) yang bebas biaya khusus untuk remaja.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar